Haji dan Tawakkal

Nama eBook: Haji dan Tawakkal
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

Alhamdulillah, kita memuji Allah ta’ala dan bersyukur kepada-Nya, kemudian shalawat dan salam kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarganya, sahabatnya dan pengikutnya yang baik hingga hari kiamat, amma ba’du:

Berikut ini adalah eBook ‘Haji dan Tawakkal’ yang merupakan rangkaian kelima tulisan Syaikh Abdurrazzaq tentang ‘Haji dan Pendidikan Jiwa’ dimana sebelumnya telah kita posting ‘Haji dan Perbaikan Diri’, ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, ‘Haji dan Taubat’ dan ‘Haji dan Dzikir’.

Sesungguhnya haji adalah perjalan yang penuh barakah dan agung menuju bumi yang terbaik lagi mulia untuk memenuhi panggilan Allah عزّوجلّ, memburu pahala-Nya, berharap untuk mendapatkan keagungan janji-Nya dan banyaknya balasan-Nya, serta pahala yang melimpah.

Barangsiapa yang keluar dari rumahnya untuk haji yang diniatkan untuk Rabb-nya dengan bertawakkal kepada-Nya dan menyerahkan segala urusannya kepada-Nya. Allah عزّوجلّ telah berfirman:

وَتَزَوَّدُواْ فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى

“Berbekallah, dan Sesungguhnya Sebaik-baik bekal adalah takwa” [QS. Al-Baqarah [2]: 197]

Telah disebutkan sebab turunnya ayat ini adalah ketika ada sekelompok manusia keluar untuk haji tanpa membawa bekal, padahal tawakkal kepada Allah عزّوجلّ itu bersamaan dengan menjalankan sebab [usaha], Umar bin Khattab berkata kepada manusia yang tidak membawa bekal untuk haji “sesungguhnya orang yang bertawakkal itu yang membawa biji-bijian dari bumi dan bertawakkal kepada Allah عزّوجلّ”.

Download:
Download PDF atau Download Word

.Klik Tombol Suka

Haji dan Dzikir

Nama eBook: Haji dan Dzikir
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Berikut ini adalah eBook ‘Haji dan Dzikir’ yang merupakan rangkaian faidah, pelajaran, pendidikan jiwa dan hikmah ibadah haji, dimana sebelumnya telah kita posting ‘Haji dan Perbaikan Diri’, ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, dan  ‘Haji dan Taubat’.

Allah عزّوجلّ telah mensyariatkan ibadah haji atas hamba-hamba-Nya untuk mengingat-Nya. Dzikir adalah tujuan dari haji, juga tujuan dari semua ketaatan. Ibadah tidak disyariatkan kecuali karena-Nya. Tidaklah seseorang mendekatkan diri kepada Allah سبحانه و تعالى kecuali dengan mengingat-Nya, dan ibadah haji seluruhnya adalah mengingat Allah جل جلا له. Allah عزّوجلّ berfirman:

فَإِذَا أَفَضْتُمْ مِنْ عَرَفَاتٍ فَاذْكُرُوا اللَّهَ عِنْدَ الْمَشْعَرِ الْحَرَامِ وَاذْكُرُوهُ كَمَا هَدَاكُمْ وَإِنْ كُنْتُمْ مِنْ قَبْلِهِ لَمِنَ الضَّالِّينَ.

Maka apabila kamu telah bertolak dari ‘Arafah, berdzikirlah kepada Allah di Masy’arilharam. dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah sebagaimana yang ditunjukkan-Nya kepadamu; dan Sesungguhnya kamu sebelum itu benar-benar Termasuk orang-orang yang sesat. (QS. Al-Baqoroh [2]: 198)

Begitulah ibadah haji itu sebagai dzikir (mengingat) Allah عزّوجلّ, kita melihat dan melaksanakan ibadah dipenuhi ucapan dzikir, doa dan istigfar. Semoga Allah سبحانه و تعالى menjadikan kita semua termasuk dari orang-orang yang berdzikir dan menjauhkan kami dari kelalaian. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar do’a. Allah عزّوجلّ adalah tempat berharap, dan sebaik-baik penolong.

Download:
Download PDF atau Download Word

.Klik Tombol Suka

Haji dan Tobat

Nama eBook: Haji dan Taubat
Penulis: Syaikh Abdurrazzaq bin Abdul Muhsin al-Badr حفظه الله

Pengantar:

الحمد لله رب العالمين، والعاقبة للمتقين، والصلاة والسلام على إمام المرسلين، نبينامحمد، وعلى آله وصحبه أجمعين، أما بعد:

Telah kita posting sebelumnya eBook ‘Haji dan Perbaikan Diri’ dan ‘Haji dan Memenuhi Panggilan Allah’, dan di kesempatan ini kita ketengahkan eBook ‘Haji dan Taubat’.

Sesungguhnya haji adalah pintu yang memiliki keberkahan dari pintu-pintu taubat, tempat kembali kepada Allah عزّوجلّ, keluar dari dosa-dosa, dan membebaskan diri dari api neraka, Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda:

مَنْ حَجَّ وَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Barangsiapa yang berhaji dan ia tidak melakukan keburukan dan kefasikan maka ia akan kembali seperti anak yang baru terlahir dari perut ibunya”. (HR. Bukhari: 1820 dan Muslim: 1350)

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلَّا الْجَنَّةُ

“Umrah ke umrah yang selanjutnya menghapus dosa diantara keduanya, dan haji yang mabrur tidak ada ganjaran yang pantas baginya kecuali surga”. (HR. Muslim: 1349)

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْداً مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُوْ ثُمَّ يُبَاهِيْ بِهِمُ الْمَلَائِكَةَ فَيَقُوْلُ مَا أَرَادَ هَؤُلَاءِ

“Tidak ada suatu hari dimana Allah lebih banyak membebaskan hambanya dari api neraka dibandingkan dengan hari ‘Arofah. Sesungguhnya Dia mendekat (kepada hambanya) dan membanggakan diri kepada para Malaikat dan berfirman: Apakah yang mereka inginkan.” (HR. Muslim: 1348)

Demikianlah bahwa ibadah haji akan menghapuskan dosa, kami memohon kepada Allah سبحانه و تعالى untuk memberi taubat nashuha kepada kita semua, menerima taubat kami, membersihkan kita dari segala kesalahan, dan menerima doa kita, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Menjawab doa.

Download:
Download PDF atau Download Word

.Klik Tombol Suka