• Home
  • Aqidah
    • Aqidah Ahlus Sunnah
    • Rukun Iman
    • Tauhid Asma’ was Sifat
  • Manhaj
  • Fiqh
    • Thoharoh
    • Rukun Islam
      • Sholat
      • Zakat dan Sedekah
      • Puasa
      • Haji dan Umroh
    • Sakit dan Jenazah
    • Kaidah Fikih
    • Ekonomi Islam
    • Fiqh Kontemporer
    • Hukuman dan Peradilan
    • Keluarga dan Wanita
  • Adab, Doa dan Dzikir
    • Adab / Etika
    • Doa dan Dzikir
      • Do’a dan Dzikir Online
    • Tazkiyatun Nufus
  • Hadits
    • Kitab Hadits
    • eBook Biografi
    • Online Biografi
  • Qur’an
    • Murottal
  • Tafsir
  • Lainnya
    • Faedah
    • Khutbah Jum’at dan Hari Raya
    • Kesehatan
    • Blogging and Web
    • Tips & Triks
  • Download
    • Download eBook Islam PDF
    • Download eBook Islam Word
  • Daftar Isi
  • Tentang Saya

Download eBook Islam

Antara Berhala dan Kuburan Wali

19/02/2014 by Ibnu Majjah 2 Comments

Nama eBook: Antara Berhala dan Kuburan Wali
Penulis: Ustadz Abdurrohman al-Buthoni حفظه الله

Pengantar:

Sesungguhnya segala pujian itu hanya milik Allah Ta’ala, kita memuji, minta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, dan kita berlindung dari keburukan diri-diri kita dan dari kejelekan amalan-amalan kita. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh-Nya maka dialah orang yang telah mendapat petunjuk dan barangsiapa disesatkan maka tidak ada petunjuk baginya. Aku bersaksi bahwa tidak ada Illah yang berhak untuk diibadahi dengan benar kecuali hanya Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya. Aku juga bersaksi bahwasannya Muhammad adalah seorang hamba dan rasul-Nya. 

Allah Azza wa Jalla berfirman tentang perkataan para tokoh kaum Nabi Nuh:

وَقَالُوا لا تَذَرُنَّ آلِهَتَكُمْ وَلا تَذَرُنَّ وَدًّا وَلا سُوَاعًا وَلا يَغُوثَ وَيَعُوقَ وَنَسْرًا

Dan mereka berkata: “Jangan sekali-kali kalian tinggalkan tuhan-tuhan kalian dan jangan tinggalkan Wadd, Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr.” (QS Nuh [71]: 23)

Berkata Sahabat yang mulia Ibnu ‘Abbas رضي الله عنهما “Itu [Wadd, Suwa’, Yagus, Ya’uq, dan Nasr] adalah nama orang-orang saleh pada zaman Nabi Nuh عليه السلام. Tatkala mereka meninggal dunia maka setan mewahyukan kepada pengikut mereka agar memberi tanda dan nama pada majelis-majelis mereka supaya dikenang, dan ketika generasi tersebut meninggal dunia dan ilmu hilang maka diibadahi.

Dalam ayat diatas terdapat pelajaran, di antaranya:

  1. Mereka menyebut kuburan wali sebagai tuhan yang disembah, oleh karenanya mereka menyeru untuk istiqamah di atasnya tidak meninggalkannya.
  2. Seruan mereka atas reaksi dan pengingkaran terhadap dakwah Nabi Nuh عليه السلام yang mengajak kepada tauhid dan ibadah hanya kepada Allah saja dan yang mengilhamkan seruan ini adalah setan terkutuk.
  3. Karena sebagai tuhan dan telah merasuk dalam jiwa maka mereka menegaskan dan mengkhususkan dengan terperinci satu per satu nama tuhan agar menyentuh hati mereka.
  4. Para penyeru dan ahli ibadah tersebut adalah kaum muslimin yang telah bodoh terhadap tauhid.
  5. Karena kebodohan mereka terhadap tauhid, mereka menganggap syirik sebagai ibadah dan dakwah tauhid yang dibawa oleh Nabi Nuh عليه السلام sebagai kebatilan. Alangkah miripnya orang-orang sekarang dengan orang-orang dahulu.

Sejarah selalu terulang. Oleh karenanya, pada zaman sekarang, kita mendengar dan melihat bahwa seseorang yang dikultuskan sebagai wali tatkala meninggal dunia maka nama dan kuburannya diperlakukan oleh umat Islam bagaikan patung Lata, Manat, dan ‘Uzza oleh Arab jahiliah, bagaikan kaum Nuh عليه السلام terhadap patung dan kuburan wali-wali tersebut di atas.

Demikianlah adanya asal-usul dari kesyirikan adalah sikap berlebihan (ghuluw) terhadap orang shaleh, maka bagaimanakah pula sikap orang sekarang yang mengkultuskan kuburan yang tak jelas kesholehannya?! Semoga kita terhindar dari syirik yang kita ketahui maupun yang tidak kita ketahui, amin…

Download:

Download CHM atau Download ZIP atau Download PDF atau Download Word

Tulisan Terkait

  • Wali Nikah: Kedudukan dan Urutannya
  • Infotainment Dalam Tinjauan Islam
  • Adab Tidur dan Bangun Serta Adab BerMimpi
  • Taat Lalu Lintas
  • Wanita Dalam Pandangan Islam, Yahudi dan Nashrani

Aqidah Tagged: Berhala, Islam, Kuburan, Pandangan, Wali

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Cari

Berlangganan eBook

Setiap ada eBook baru, otomatis diinformasikan ke email.
Daftarkan email anda, GRATIS

Penting

  • Petunjuk untuk Berlangganan eBook Klik disini
  • Tidak Bisa Membuka eBook CHM Klik disini

Tulisan Terakhir

  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Muslim
  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Bukhari
  • Jihad Melawan Perdukunan
  • Menggali Tafsir dan Faedah Ayat Puasa

Arsip

Kategori

Tulisan Terakhir

  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Muslim
  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Bukhari
  • Jihad Melawan Perdukunan
  • Menggali Tafsir dan Faedah Ayat Puasa

Tulisan Terakhir

  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Muslim
  • Terjemah Kitab Puasa dari Shahih Bukhari
  • Jihad Melawan Perdukunan
  • Menggali Tafsir dan Faedah Ayat Puasa

RSS Soal Jawab Agama Islam

  • Apa Definisi Anak Yatim
  • Menerima Darah Orang Kafir
  • Bolehkah Anak Kecil Satu Shaf Dengan Orang Dewasa
  • Sholat Orang yang Masbuq, Jika Imam Kelebihan Rakaat

RSS Doa dan Dzikir

  • Konsisten Dalam Ber-DZIKIR
  • Meminta Ampun dan Taubat
  • Doa Meminta Perlindungan dari Semua Keburukkan
  • Doa Saat Khawatir Hal Buruk Menimpa

Copyright © 2023 · Going Green Pro Theme on Genesis Framework · WordPress · Log in